Menu Close

HDI 2025: PHR Tampilkan Karya Penyandang Disabilitas dalam Penutupan Program PEMKO PESMINA

Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 dirangkaikan dengan penutupan Program Pemberdayaan Komunitas Penyandang Disabilitas Pertamina (PEMKO PESMINA) yang diinisiasi oleh Community Involvement & Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama LPPM Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) sebagai mitra pelaksana. Kegiatan ini menampilkan hasil pelatihan dari penerima manfaat di klaster tengah seperti barista, bakery dan pastry, serta laundry sepatu, yang telah diberikan kepada para peserta selama program berlangsung.

Acara ini dihadiri oleh Perwakilan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR),Ketua LPPM Umri,  Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau yang diwakili Kepala UPT PPD Daksa, perwakilan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Riau, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Riau, Pengurus LAM Kota Pekanbaru, Kepala SLB Negeri Pembina, Ketua Organisasi Disabilitas se-Provinsi Riau, serta para penerima manfaat Program PEMKO PESMINA. Kehadiran para tamu undangan menambah makna tersendiri sebagai bentuk nyata dukungan terhadap inklusivitas.

Kegiatan digelar di UPT Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (PPD) Daksa Dinas Sosial Provinsi Riau, Jalan Yos Sudarso, Umban Sari, Rumbai, Pekanbaru, pada 3 Desember 2025. Suasana acara berlangsung hangat dan interaktif, di mana para peserta menunjukkan hasil pelatihan mereka melalui pameran foto dan sajian langsung dari kelas barista, bakery & pastry, serta layanan cuci sepatu.

Peringatan HDI sekaligus penutupan program ini bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui peningkatan keterampilan praktis yang memiliki peluang ekonomi. Program ini menjadi wujud komitmen PHR untuk membuka akses kesempatan yang lebih luas, menciptakan ekosistem inklusif, serta membantu peserta membangun kemandirian melalui skill yang dapat diaplikasikan dalam dunia usaha maupun pekerjaan.

Selama program berjalan, peserta mendapatkan pelatihan intensif pada klaster tengah (pelatihan keterampilan kerja) dan klaster hilir (pelatihan jurnalistik dan produksi konten kampanye). Pada acara puncak HDI, para peserta memamerkan hasil karya mereka seperti foto dokumentasi kegiatan, penyajian kopi hasil pelatihan barista, donat dari kelas bakery & pastry, demonstrasi layanan laundry sepatu dan pembuatan konten oleh peserta pelatihan di klaster hilir. Pameran dilakukan secara terbuka sehingga tamu undangan dapat melihat langsung perkembangan kemampuan peserta serta berdialog dengan mereka mengenai pengalaman mengikuti program.

Quotes dari Stakeholders terkait.
Perwakilan PHR Ibu Lidia Sarimenegaskan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan program-program inklusif yang membuka ruang tumbuh bagi penyandang disabilitas. HDI tahun ini dipandang sebagai momen penting untuk merayakan kemampuan dan potensi, bukan keterbatasan. Melalui rangkaian kegiatan seperti pelatihan dan pameran karya, PHR berharap tercipta lingkungan yang semakin inklusif, di mana penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar, berkarya, dan berperan aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi

Ketua LPPM UMRI Bapak Aidil Haris menyampaikan, “Program ini bukan hanya pelatihan, tetapi perjalanan pemberdayaan. Kami melihat bahwa setiap peserta memiliki potensi besar, dan melalui kolaborasi dengan PHR, potensi itu dapat diwujudkan dalam bentuk keterampilan nyata yang bermanfaat bagi masa depan mereka.”

Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) melalui kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk menyampaikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang, berkarya, dan berkontribusi dalam berbagai bidang. Melalui pelatihan dan pameran karya, publik diingatkan bahwa kemampuan dan potensi tidak ditentukan oleh keterbatasan fisik, tetapi oleh kesempatan, akses, dan dukungan yang inklusif. Program PEMKO PESMINA diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem pemberdayaan yang ramah disabilitas, mendorong kemandirian ekonomi, serta membuka lebih banyak ruang bagi penyandang disabilitas untuk tampil, dihargai, dan diberdayakan di Provinsi Riau