Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Desa Petapahan beserta perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, ketua TP-PKK Petapahan, pengurus LPHA Imbo Putui, Kelompok Sadar Wisata, serta Tim CID PT Pertamina Hulu Rokan Zona Rokan. Hadir pula PIC Desa Wisata, serta para pengrajin tudung saji, Ibu Nasriyah dan Ibu Nur Asroh, yang menjadi pelatih utama dalam kegiatan ini
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Desa Petapahan beserta perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, ketua TP-PKK Petapahan, pengurus LPHA Imbo Putui, Kelompok Sadar Wisata, serta Tim CID PT Pertamina Hulu Rokan Zona Rokan. Hadir pula PIC Desa Wisata, serta para pengrajin tudung saji, Ibu Nasriyah dan Ibu Nur Asroh, yang menjadi pelatih utama dalam kegiatan ini.
Pelatihan diselenggarakan di Desa Petapahan pada pagi hari yang cerah dan diikuti oleh masyarakat desa dengan penuh antusias. Suasana pelatihan berjalan hangat, penuh semangat, serta diiringi dengan nuansa budaya Melayu yang mengakar kuat di lingkungan masyarakat Petapahan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan ekonomi kreatif, khususnya dalam menghasilkan produk khas desa yang bernilai jual tinggi. Tudung saji dipilih sebagai ikon souvenir Desa Wisata Petapahan karena mencerminkan kekayaan budaya lokal, keindahan seni tangan masyarakat, dan potensi pasar yang menjanjikan. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat diharapkan dapat memiliki keterampilan baru yang mampu menunjang perekonomian keluarga sekaligus memperkuat citra desa sebagai destinasi wisata budaya.
Pelatihan diisi oleh sesi praktik langsung bersama para pengrajin, mulai dari perkenalan bahan baku, teknik anyaman, proses pembentukan, hingga sentuhan akhir dekoratif yang menjadi ciri khas tudung saji Petapahan. Peserta diberi kesempatan mencoba setiap tahapan pembuatan sambil mendapatkan pendampingan langsung dari pelatih. Nuansa acara turut disemarakkan oleh rangkaian sambutan dari tokoh masyarakat dan perwakilan lembaga terkait yang menegaskan pentingnya pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa wisata.
Perwakilan PT Pertamina Hulu Rokan menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi pemantik tumbuhnya kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat. PHR melihat bahwa potensi budaya lokal Petapahan sangat kuat, dan melalui pelatihan seperti ini, masyarakat memperoleh peluang untuk mengembangkan produk unggulan yang tidak hanya bernilai estetik tetapi juga bernilai ekonomi.
Para tokoh adat dan masyarakat juga memberikan dukungan penuh agar pelatihan ini menjadi bagian dari pelestarian warisan Melayu yang terus hidup dari generasi ke generasi
Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Petapahan diharapkan semakin terampil dalam menghasilkan produk kerajinan khas yang dapat dijual sebagai souvenir wisata. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam memperkuat identitas desa sebagai destinasi wisata budaya yang mandiri dan berdaya saing. Dengan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, lembaga adat, perguruan tinggi, dan PHR, Desa Petapahan diharapkan mampu membangun ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.


