Bangko Jaya — Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan Evaluasi Akhir Program Budidaya Perikanan di Aula Kepenghuluan Bangko Jaya, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir pada Jum’at, 5 Desember 2025. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Community Development Officer (CDO) PHR, Rovdaian Baqrur R, S.Sos, yang memberikan perhatian besar terhadap kesinambungan program pemberdayaan masyarakat. Evaluasi ini menjadi langkah penting dalam menilai efektivitas program dari sisi teknis, manajemen, dan penerapan teknologi budidaya.
Dalam kesempatan ini, Israyandi, ST., MT selaku PIC Perikanan UMRI memaparkan capaian teknis program yang ditunjukkan melalui perbaikan kualitas panen, efisiensi penggunaan pakan dan air, serta kemampuan kelompok dalam melakukan pencatatan rutin kegiatan budidaya. Pada pemaparan lanjutannya, ia menjelaskan bahwa hasil evaluasi menjadi dasar penyusunan strategi keberlanjutan, termasuk peluang diversifikasi usaha, peningkatan skala produksi, hingga hilirisasi produk berbasis perikanan guna memperkuat sumber ekonomi masyarakat.
Evaluasi dilakukan melalui beberapa tahapan metode yang komprehensif. Proses dimulai dengan observasi lapangan untuk menilai kondisi aktual kolam budidaya, kualitas air, pertumbuhan ikan, serta sejauh mana teknologi yang diperkenalkan telah diterapkan oleh kelompok. Selain itu, dilakukan wawancara dan diskusi bersama anggota kelompok guna menggali kendala yang dihadapi, capaian yang dirasakan, serta rencana pengembangan yang ingin dicapai ke depan. Tahapan evaluasi juga mencakup review dokumen pelaksanaan, termasuk catatan kegiatan, laporan harian, dan dokumentasi pencatatan budidaya yang menjadi dasar penilaian manajemen operasional kelompok.
Selanjutnya, dilakukan pengukuran indikator keberhasilan program, seperti peningkatan jumlah dan kualitas hasil panen, penurunan tingkat kematian ikan, efisiensi penggunaan pakan, serta peningkatan kapasitas anggota dalam menjalankan budidaya. Hasil dari seluruh temuan ini kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi program berkelanjutan, termasuk peluang pengembangan usaha perikanan yang lebih produktif dan berorientasi pasar bagi kelompok.
Suhardi selaku Penghulu Bangko Jaya menyampaikan, “Program ini telah membawa pengetahuan baru bagi masyarakat kami sekaligus membangkitkan semangat untuk mengembangkan usaha perikanan secara mandiri. Kami berharap program seperti ini terus hadir dan memberi manfaat bagi warga Bangko Jaya.” Hal senada disampaikan Adlin Pahlevy, S.Kom., M.M mewakili Kecamatan Bangko Pusako, “Keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan perusahaan adalah kunci agar manfaat yang dihasilkan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.” Sementara itu, perwakilan Penyuluh Perikanan Lapangan Kecamatan Bangko Pusako menambahkan, “Peningkatan keterampilan peserta terlihat jelas, terutama dalam pengelolaan risiko, kesehatan ikan, hingga manajemen biaya operasional. Ini menjadi modal penting bagi kelompok untuk melangkah lebih jauh dalam usaha budidayanya.”
Program ini diharapkan mampu menciptakan kelompok perikanan yang memiliki standar manajemen budidaya yang baik, berorientasi pasar, dan adaptif terhadap penerapan teknologi. Melalui peningkatan kompetensi peserta dan efektivitas proses budidaya, kelompok dapat memaksimalkan potensi produksi, mengurangi angka kegagalan panen, serta membangun sistem usaha yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Keberlanjutan program diharapkan mampu mendorong munculnya ekosistem ekonomi lokal berbasis perikanan yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Selain membuka peluang pengembangan produk olahan bernilai tambah, program ini juga berpeluang menciptakan kesempatan kerja baru, mendorong pertumbuhan UMKM berbasis hasil perikanan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Bangko Jaya dan wilayah sekitarnya.


