Pelaksanaan Lomba Kader Posyandu 2025 merupakan upaya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam meningkatkan kualitas pemantauan gizi serta kemampuan kader dalam memberikan layanan posyandu di 7 kabupaten/kota sasaran. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus strategi penguatan kapasitas kader, mengingat kader posyandu merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan ibu hamil dan balita sebagai kelompok prioritas dalam pencegahan stunting.
Lomba ini menilai keaktifan kader, keterampilan teknis dalam pengukuran BB/TB, penyusunan laporan monitoring dan evaluasi, serta kemampuan kader dalam memberikan edukasi gizi saat pelaksanaan PMT dan PKMK. Hal ini menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa setiap kader memiliki standar kompetensi yang sama, terukur, dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya berkaitan dengan tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh PHR bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) sebagai mitra teknis melalui LPPM UMRI. Pelibatan stakeholder dilakukan secara menyeluruh, meliputi Kader Posyandu dari 7 kabupaten/kota sasaran, bidan desa, tim pelaksana dari CID PHR dan LPPM UMRI, serta dukungan puskesmas dan pemerintah daerah sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi multipihak ini menjadi dasar penting dalam pengawalan percepatan penurunan stunting secara sistematis dan berkelanjutan.
Pelaksanaan lomba dilakukan di Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, serta Kabupaten Rokan Hilir. Proses penilaian dilaksanakan langsung di posyandu masing-masing kader melalui kunjungan tim penilai PHR–UMRI. Dengan metode ini, penilaian dilakukan bukan hanya berdasarkan dokumen dan pelaporan, namun juga berdasarkan gambaran nyata proses layanan di lapangan.
Kegiatan lomba kader ini menjadi bagian dari komitmen PHR untuk memperkuat kualitas pelayanan posyandu sebagai pusat pemantauan tumbuh kembang anak dan ibu hamil. Tujuan kegiatan ini antara lain meningkatkan keterampilan kader dalam pengukuran BB/TB secara benar dan sesuai standar, mendorong kader aktif dalam penyusunan laporan monev posyandu, memperkuat kemampuan edukasi gizi berbasis PMT dan PKMK, meningkatkan kualitas layanan posyandu sebagai pusat pemantauan tumbuh kembang, serta menumbuhkan semangat kader melalui apresiasi dan kompetisi sehat.
Rincian Pelaksanaan Lomba Kader Posyandu 2025
- Penilaian keaktifan kader dalam pelayanan posyandu
Tim penilai mengobservasi langsung bagaimana kader melaksanakan kegiatan posyandu, termasuk kesiapan pelayanan, sambutan kepada sasaran, serta ketepatan mengikuti alur pelayanan dasar posyandu. Penilaian ini penting untuk memastikan pelayanan posyandu berjalan ramah, sistematis, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
- Penilaian keterampilan pengukuran BB/TB
Kader diuji kemampuannya dalam pengukuran berat badan balita/ibu hamil, tinggi/panjang badan balita, menilai status gizi menggunakan grafik pertumbuhan, hingga pencatatan data secara akurat. Ketepatan angka sangat menentukan keakuratan intervensi PMT dan PKMK.
- Penilaian pelaporan monev posyandu
Kader dinilai berdasarkan ketepatan pencatatan data, kelengkapan laporan PMT/PKMK, serta ketelitian dan konsistensi dalam penyampaian laporan. Pelaporan yang rapi dan berbasis data menjadikan posyandu sumber data kesehatan masyarakat yang kredibel.
- Penilaian edukasi gizi oleh kader
Pada kategori PKMK, kader dinilai dalam kemampuan menyampaikan edukasi tentang pangan olahan untuk keperluan medis khusus, sedangkan pada kategori PMT kader memberikan edukasi manfaat konsumsi PMT yang benar serta pentingnya gizi bagi balita dan ibu hamil. Kemampuan komunikasi kader dinilai tidak hanya dari pengetahuan, tetapi juga cara menjelaskan kepada sasaran dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami.
- Observasi lapangan dan wawancara
Tim PHR–UMRI melakukan observasi langsung serta wawancara untuk menilai pemahaman kader terkait gizi, PMT/PKMK, dan peran mereka dalam pencegahan stunting di komunitas.
Melalui pelaksanaan Lomba Kader Posyandu ini, PHR dan UMRI berharap terjadi peningkatan nyata pada kapasitas kader dalam melakukan pemantauan gizi, pencatatan, serta pelaporan hasil kegiatan posyandu secara akurat dan berbasis data. Kegiatan ini ditujukan agar edukasi gizi di masyarakat dapat dilakukan secara konsisten, sederhana, dan mudah dipahami oleh keluarga balita dan ibu hamil sehingga intervensi gizi lebih tepat sasaran.
Selain itu, lomba ini diharapkan mampu mendorong posyandu di 7 kabupaten/kota untuk semakin aktif, terstandar, dan berkualitas melalui penerapan indikator layanan yang lebih sistematis. Kegiatan ini juga menjadi pijakan untuk memperkuat kerja sama lintas sektor antara PHR, UMRI, puskesmas, dan kader sebagai satu kesatuan penggerak percepatan penurunan stunting, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri kader sebagai agen perubahan kesehatan yang berperan penting di komunitas masing-masing.

