Menu Close

PHR dan UMRI Perkuat Pembelajaran Vokasional di SLB Bumi Manggalo Melalui Pelatihan Kriya Kayu, Keramik, dan Menjahit

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan inklusif, Program Community Involvement & Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyelenggarakan rangkaian Pelatihan Keterampilan Vokasi di SLB Bumi Manggalo. Pelatihan meliputi kriya kayu, keramik, dan menjahit yang berlangsung pada 8, 18, 21, 22, 24, dan 26 November 2025.

Kegiatan ini didampingi oleh PIC Program Peningkatan Kualitas Pendidikan UMRI, Rahmadini Syafri, dan turut dihadiri oleh CDO PHR, Syahrul Al Qadar. Pelatihan vokasi ini disusun sebagai sarana untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis yang dapat mendukung kemandirian dan kreativitas mereka.

Pelatihan kriya kayu yang dilaksanakan pada 8 dan 18 November dipandu oleh Elsi Gusta, S.Pd. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai alat ukir, mesin pemotong kayu, mesin pahat, hingga gerinda tangan. Selain itu, peserta juga belajar menggambar pola pada kayu, memahat dasar, menghaluskan permukaan, hingga tahap akhir pelapisan menggunakan varnish. Pembelajaran dilakukan secara praktik agar siswa dapat memahami setiap proses dengan lebih mudah.

Pada 21–22 November, pelatihan menjahit dibimbing oleh Heftanti, S.Pd., M.Pd. Peserta belajar membuat pola dasar, memindahkan pola ke kain, melakukan pemotongan, hingga praktik langsung menggunakan mesin jahit untuk membuat produk sederhana. Tahap demi tahap dirancang agar peserta dapat menguasai keterampilan dasar menjahit secara bertahap.

Selanjutnya, pelatihan keramik pada 24 dan 26 November dipandu oleh Wini Lianto. Peserta diperkenalkan pada teknik dasar pembentukan keramik seperti hand building, pinching, slabbing, dan coiling. Setiap teknik dipraktikkan secara langsung, memungkinkan peserta merasakan proses membentuk keramik dari awal hingga tahap akhir.

Pelaksanaan rangkaian pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus, kreativitas, serta rasa percaya diri siswa. Selain itu, keterampilan kriya kayu, menjahit, dan keramik memiliki potensi untuk terus dikembangkan menjadi karya atau produk sederhana yang dapat memberikan nilai tambah bagi peserta didik di masa depan.

Melalui kolaborasi ini, PHR dan UMRI menegaskan komitmen mereka dalam mendukung pendidikan inklusif melalui pelatihan vokasional yang aplikatif, relevan, dan berkelanjutan, sehingga siswa SLB dapat terus berkembang sesuai kemampuan dan potensi masing-masing.