Menu Close

PHR bersama UMRI Gelar Pelatihan Pembuatan Probiotik untuk Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan

Pekanbaru — Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan Pelatihan Pembuatan Probiotik untuk Budidaya Ikan pada 22 November 2025 di Aula Kelurahan Lembah Damai, Rumbai, berdekatan dengan area budidaya masyarakat. Program ini menyasar Kelompok Ridho Ilahi sebagai upaya meningkatkan kapasitas teknis budidaya ikan secara mandiri, efisien, dan ramah lingkungan.

PHR yang diwakili oleh Soni Maulana turut hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan tersebut. Pelatihan menghadirkan praktisi budidaya dan pengolahan probiotik, Bapak Eko Saputra, S. Pi, yang memberikan pemahaman menyeluruh mengenai peran mikroorganisme baik dalam sistem budidaya intensif. Pada sesi teori, beliau menjelaskan bahwa probiotik merupakan solusi nyata dalam menjaga kesehatan lingkungan perairan. “Probiotik memiliki kemampuan menekan bakteri patogen, membantu menguraikan amonia, dan memperbaiki sistem pencernaan ikan. Ketika kualitas air stabil, ikan tidak mudah stres dan pertumbuhannya menjadi lebih cepat,” paparnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pembuatan probiotik mandiri dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.
“Molase, air beras, dan EM4 bisa diformulasikan sebagai probiotik melalui fermentasi 5–7 hari. Jika dilakukan dengan konsisten, probiotik menjadi solusi murah dan efektif dibanding penggunaan bahan kimia,” terangnya saat memimpin sesi praktik.

Antusiasme terlihat dari peserta pelatihan, salah satunya perwakilan Kelompok Ridho Ilahi yang menyampaikan bahwa pelatihan ini menjawab persoalan kualitas air dan pertumbuhan ikan yang sering mereka hadapi. “Air kolam sering keruh dan ikan mudah stres. Dengan bisa membuat probiotik sendiri, kami bisa meningkatkan kualitas air sekaligus menekan biaya produksi,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan kemampuan produksi probiotik menjadi keterampilan penting bagi kelompok budidaya, memberikan dampak langsung berupa kemandirian produksi, efisiensi biaya operasional, peningkatan kualitas air, serta percepatan pertumbuhan ikan. Dampak jangka panjang yang ditargetkan adalah terbangunnya kelompok budidaya yang berkelanjutan, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hasil panen yang lebih optimal dan stabil.