Sebagai komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif, Program Community Involvement & Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan rangkaian Pelatihan Keterampilan Vokasi bagi peserta didik di SLB Aisyiyah. Kegiatan meliputi pelatihan menjahit, makeup, dan membatik yang terlaksana pada 8, 18, 19, dan 20 November 2025.
Pelatihan dibuka dan didampingi langsung oleh PIC Program Peningkatan Kualitas Pendidikan UMRI, Rahmadini Syafri, serta turut dihadiri oleh CDO PHR, Syahrul Al Qadar. Dalam sambutannya, Rahmadini menegaskan pentingnya memberikan akses keterampilan vokasi yang aplikatif bagi siswa berkebutuhan khusus sebagai bagian dari pembelajaran mandiri dan pemberdayaan jangka panjang.
“Kegiatan vokasi seperti ini bukan hanya mengajarkan skill teknis, tetapi membangun rasa percaya diri dan membuka peluang masa depan bagi para siswa. Semakin banyak keterampilan yang mereka kuasai, semakin besar kesempatan mereka untuk mandiri,” ungkap Rahmadini.
Rangkaian pelatihan diampu oleh instruktur berpengalaman sesuai bidang masing-masing. Pada pelatihan menjahit (18–19 November), Heftanti, S.Pd., M.Pd., mengajarkan peserta mulai dari membuat pola dasar, memotong kain, hingga praktik langsung menggunakan mesin jahit. Hari kedua difokuskan pada penyusunan komponen pakaian sederhana agar peserta memahami alur produksi dengan lebih konkret.
Sementara itu, pelatihan membatik (8 dan 20 November) dipandu oleh Drs. Ahmad Husaini, M.Pd. Peserta diperkenalkan pada seluruh proses membatik, mulai dari menggambar pola pada kain, teknik mencanting, pewarnaan, hingga tahap pelorotan sebagai proses akhir. Metode pembelajaran dibuat praktis agar peserta dapat merasakan langsung pengalaman berkarya.
Di sisi lain, pelatihan makeup (18–19 November) yang difasilitasi oleh Melati Suminingrum membekali peserta dengan pengetahuan dasar mengenai alat-alat makeup serta teknik merias wajah tingkat pemula. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara demonstratif sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah aplikasi riasan secara mandiri.
Pelaksanaan vokasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peserta, terutama dalam penguatan soft skill, ketelitian, kreativitas, serta keberanian mencoba hal baru. Selain itu, hasil pelatihan dapat menjadi awal dari pengembangan usaha kecil berbasis keterampilan, baik secara individu maupun sekolah.
Melalui kegiatan ini, PHR dan UMRI kembali menegaskan komitmen dalam mendukung pendidikan inklusif dan pembentukan generasi yang mandiri, terampil, dan siap berkarya sesuai kemampuan masing-masing.


