Program Community Involvement & Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melanjutkan rangkaian penguatan pembelajaran vokasional melalui kegiatan Pendampingan Keterampilan Vokasi pada minggu ketiga dan keempat November 2025. Pendampingan dilakukan di tiga sekolah, yaitu SLB YHT, SLB Aisyiyah, dan SLB Bumi Manggalo.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh PIC Program Peningkatan Kualitas Pendidikan UMRI, Rahmadini Syafri, bersama para pemateri dari pelatihan sebelumnya, serta turut dihadiri oleh CDO PHR, Syahrul Al Qadar. Pendampingan dirancang untuk memperdalam keterampilan yang sudah dipelajari siswa pada sesi pelatihan terdahulu hingga menghasilkan produk nyata.
Pada pendampingan menjahit, siswa SLB YHT dan SLB Aisyiyah berhasil menghasilkan lima rok A-line, sementara siswa SLB Bumi Manggalo menghasilkan lima rompi atau vest. Proses pembelajaran dilakukan mulai dari penyusunan pola, pemotongan, hingga praktik menjahit secara mandiri dengan bimbingan narasumber.
Untuk pendampingan membatik, siswa SLB YHT menghasilkan produk berupa alas meja, scarf, dan sapu tangan. Sedangkan di SLB Aisyiyah, peserta berhasil membuat totebag serta pajangan bermotif lambang Tut Wuri Handayani. Seluruh proses dilakukan melalui praktik menggambar pola, mencanting, mewarnai, hingga tahap pelorotan.
Pendampingan makeup turut memberikan perkembangan signifikan. Selain memperkuat keterampilan makeup dasar, peserta juga mendapat tambahan materi berupa face painting. Guru dan siswa telah mampu mengaplikasikan riasan dasar secara mandiri, dan sesi khusus juga diberikan untuk melatih guru dalam teknik pengaplikasian yang tepat.
Pada pendampingan keramik di SLB Bumi Manggalo, kegiatan dilanjutkan ke tahap lanjutan, yaitu bisque firing, pewarnaan, glazing, hingga proses akhir glazing firing. Dari rangkaian ini, peserta berhasil menghasilkan berbagai produk seperti gelas, mangkuk, piring, dan asbak.
Pendampingan ini menjadi bentuk penguatan praktik bagi siswa dan guru agar keterampilan vokasional yang diperoleh tidak hanya berhenti pada teori, tetapi benar-benar dapat diterapkan hingga menghasilkan karya. Selain meningkatkan kreativitas dan motorik halus, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang bagi sekolah dan siswa untuk mengembangkan produk keterampilan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, PHR dan UMRI kembali menegaskan komitmen dalam mendukung pendidikan inklusif berbasis keterampilan praktis yang relevan, aplikatif, dan mendorong kemandirian peserta didik.


