Melalui Program Community Involvement & Development (CID) Perikanan Riau, Pertamina Hulu Rokan (PHR) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) beri pelatihan Pencatatan Keuangan untuk Produksi Sederhana bagi kelompok binaan Perikanan Pancer Jaya dan Kelompok Nelayan di Balai Desa Pantai Cermin Kabupaten Kampar, Jumat (14/11/2025).
Ketua LPPM UMRI, Dr. Aidil Haris, S.Sos., M.Si melalui penanggung jawab program R. Septian Armel, SE., M.Ak. Ak menyebutkan bahwa pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola administrasi keuangan usaha perikanan mereka secara lebih rapi dan profesional. Ia menekankan pentingnya keterampilan administratif bagi penguatan usaha masyarakat.
“Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan tata kelola usaha. Pencatatan keuangan menjadi aspek yang sering terabaikan, padahal sangat menentukan keberlanjutan kelompok. Kami berharap pelatihan ini dapat membantu kelompok mengelola usaha secara lebih mandiri, transparan, dan professional,” jelas Septian.
Dikatakannya, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari narasumber berpengalaman dalam bidang pencatatan dan manajemen keuangan usaha mikro. Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kelompok dalam mencatat dan mengelola keuangan yang berkaitan dengan usaha budidaya dan produksi perikanan.
Materi disampaikan oleh Rudi Syaf Putra, SE., M.Ak., Ak. selaku Dosen Audit Forensik UMRI. Beliau memberikan pemahaman komprehensif tentang pencatatan biaya produksi, pendapatan harian, pengelolaan stok, hingga penyusunan laporan laba-rugi. Dalam pemaparannya beliah menegaskan pencatatan keuangan yang sederhana namun disiplin adalah pondasi penting bagi keberlangsungan usaha.
“Pencatatan keuangan yang sederhana namun disiplin adalah pondasi penting bagi keberlangsungan usaha. Ketika kelompok mampu membaca arus biaya dan pendapatan secara jelas, mereka dapat mengambil keputusan usaha dengan lebih tepat, menghindari potensi kerugian, dan merencanakan pengembangan usaha secara lebih terarah,” papar Rudi sapaan akrabnya.
Beliau menambahkan bahwa metode yang diberikan sengaja dibuat aplikatif agar dapat langsung diterapkan peserta dalam kegiatan operasional mereka. Dengan peningkatan kemampuan administrasi keuangan, kelompok diharapkan dapat mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan dan mampu menghadapi tantangan usaha di masa depan dengan lebih siap.
Melalui kegiatan ini, PHR dan UMRI berharap anggota kelompok mampu menerapkan pencatatan keuangan yang sistematis untuk meminimalkan kesalahan perhitungan, mencegah kerugian, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas masyarakat sektor perikanan sebagai penopang ekonomi lokal.***


