Menu Close

PHR dan UMRI Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Penguatan Budidaya Perikanan di Rokan Hilir, Dumai, dan Siak

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) program pemberdayaan perikanan di Rokan Hilir, Dumai, dan Siak. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PHR dalam memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan budidaya, serta memastikan bantuan sarana produksi seperti mesin cetak pelet, mesin penepung, bibit, dan pakan pabrik yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok penerima manfaat. Monitoring awal dilaksanakan pada Selasa pukul 13.00 WIB di kolam budidaya Koperasi Bangko Jaya Sejahtera, Desa Bangko Jaya, Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir. Pemantauan dipimpin oleh PIC Program Perikanan UMRI Israyandi, ST., MT., bersama officer perikanan Eko Saputra, S.Pi., dan didampingi ketua kelompok Pak Maman serta Pak Supyanto dari POKDAKKAN Besamo Kita Digyoya. Monitoring menitikberatkan pada perkembangan budidaya ikan lele dan pemanfaatan mesin cetak pelet serta mesin penepung yang telah diberikan pada 23 Oktober 2025, termasuk evaluasi kendala teknis seperti kebutuhan pakan, tingkat mortalitas, dan penyakit ikan.

Kegiatan berlanjut pada Senin pukul 15.00 WIB di POKDAKKAN Fastabiqul Khoirot, Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur, yang dilaksanakan oleh UMRI dengan pendampingan langsung dari CID PHR melalui perwakilannya, Syahrul. Monitoring difokuskan pada perkembangan budidaya patin, penanganan kendala lapangan, serta penggunaan sarana yang telah diberikan. Pemantauan dilakukan bersama ketua kelompok Zulfiyan dan beberapa anggota kelompok. Pada hari berikutnya, monitoring juga dilaksanakan di Gapokkan Parit Aman pada pukul 20.00 WIB di Desa Parit Aman, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir. Kegiatan dipimpin oleh Israyandi dan Eko Saputra, didampingi ketua Gapokkan Aditya, perwakilan dari 10 POKDAKKAN, serta penyuluh perikanan Jufrizal Yasin. Selain mengevaluasi perkembangan budidaya patin, tim juga meninjau kemampuan kelompok dalam mengoperasikan mesin produksi pakan serta mengatasi kendala teknis yang ditemukan di lapangan.

Selain monitoring rutin oleh PIC Perikanan UMRI dan CID PHR, LPPM UMRI menggelar monev lanjutan pada Kamis pukul 10.30–12.00 WIB di POKDAKKAN Fastabiqul Khoirot, Dumai. Tim UMRI terdiri dari Dr. Aidil Haris, S.Sos., M.Si., Muhammad Ahyaruddin, SE., M.Sc., Ak., Ari Andriyas Puji, S.T., M.T., dan Eko Saputra, S.Pi. Pada sesi monev ini, Muhammad Ahyaruddin menyampaikan pemaparannya mengenai tujuan utama monitoring, yaitu memastikan seluruh bantuan program benar-benar dimanfaatkan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi kelompok. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurnya bantuan, tetapi dari kemampuan kelompok mengelola budidaya secara mandiri. “Kami ingin melihat bahwa bantuan yang diberikan bukan hanya digunakan, tetapi memberikan perubahan nyata dalam produktivitas dan kesejahteraan kelompok. Penguatan kapasitas dan pendampingan teknis adalah kunci agar program ini berkelanjutan,” jelasnya. Monev ini juga menggali tanggapan kelompok terhadap pelaksanaan program dan mendiskusikan berbagai kendala yang masih ditemui di lapangan. Kegiatan didampingi oleh anggota kelompok Parulian serta pemilik lahan, Pak Andre.

Pada hari yang sama pukul 15.00–16.30 WIB, tim UMRI melanjutkan monev ke Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Siak, bersama kelompok Tangki Jaya, Jaya Bibit Baru, dan Maju Bersama. Kehadiran ketua kelompok Tangki Jaya sekaligus ketua Gapokkan Minas Bahari Serumpun yaitu Bapak Patrianta, menegaskan komitmen kelompok dalam mendukung keberlanjutan program. Evaluasi difokuskan pada perkembangan budidaya lele, efektivitas distribusi bantuan, serta identifikasi kendala yang masih dihadapi.

Melalui seluruh rangkaian monitoring dan monev ini, PHR bersama UMRI berharap kelompok perikanan dapat meningkatkan kemampuan teknis dalam budidaya ikan, memahami penggunaan mesin produksi pakan secara mandiri, serta mampu mengatasi tantangan teknis seperti pakan, mortalitas, dan penyakit ikan. Selain memastikan bantuan tepat sasaran, program ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas produksi dan kesejahteraan masyarakat. PHR akan terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat berbasis perikanan sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan dan penguatan ekonomi lokal.