Menu Close

PHR dan UMRI Dorong Kelompok Peduli Stunting Menjadi UMKM Mandiri di Kelurahan Air Jamban

Bengkalis — Upaya pemberantasan stunting di Kelurahan Air Jamban kini memasuki babak baru. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui fungsi Community Involvement & Development (CID), bersama Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), mengembangkan program lanjutan berupa pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui produksi makanan bergizi oleh Kelompok Ruko Permata Air Jamban. Program ini merupakan kesinambungan dari PHR Peduli Stunting yang sebelumnya fokus pada penyediaan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan pelatihan pengolahan makanan sehat untuk ibu dan anak.

Kegiatan pemberdayaan yang berlangsung sepanjang 2024–2025 ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kelompok usaha produktif berbasis pangan sehat. Melalui peningkatan kapasitas, pelatihan, serta pemanfaatan peralatan produksi yang telah diberikan, masyarakat kini mampu menghasilkan berbagai produk pangan olahan seperti bakso, bakso kribo, dan nugget ayam.

Perkembangan Produksi dan Dampak Ekonomi

Berdasarkan rekapitulasi produksi dari Mei hingga Oktober 2025, kelompok usaha ini mencatat rata-rata omzet sebesar Rp 2.000.000 setiap/produksi, dengan produk yang dijual berupa bakso dan nugget. Biaya produksi per kegiatan berkisar antara Rp 1,3 juta hingga Rp 1,7 juta, kelompok mampu memperoleh laba bersih 20%–35% per siklus produksi. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas produksi bukan hanya mendukung ketersediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang stabil dan berkelanjutan bagi keluarga di Air Jamban.

Penguatan Kapasitas dan Keberlanjutan Program

Transformasi ini diinisiasi agar program pencegahan stunting dapat berkelanjutan meskipun intervensi awal telah selesai. Dengan adanya peluang usaha baru:

  • Ibu rumah tangga dapat memperoleh pendapatan tambahan
  • Aktivitas gizi berkembang menjadi unit usaha kelompok
  • Komunitas peduli gizi semakin berdaya dan mandiri

Dampak Sosial dan Ekonomi

Program ini memberikan dua manfaat besar sekaligus:

Dampak Sosial

  • Ketersediaan pangan sehat untuk pencegahan stunting
  • Penguatan kelompok peduli gizi
  • Peningkatan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi lokal

Dampak Ekonomi

  • Peningkatan pendapatan rumah tangga
  • Terciptanya peluang usaha baru
  • Kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi lokal

Dengan berkembangnya Kelompok Peduli Stunting menjadi calon UMKM mandiri, PHR dan UMRI berharap Kelompok Ruko Permata Air Jamban dapat terus meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memantapkan branding produk agar mampu bersaing di tingkat lokal maupun regional. Program ini membuktikan bahwa intervensi gizi dapat memberikan nilai tambah secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat, serta menjadi model pemberdayaan berkelanjutan di wilayah lainnya.