PHR melepas keberangkatan 24 putra terbaik Riau untuk mengikuti Pelatihan Floorman di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Indramayu. Antusiasme dan energi positif tampak jelas dari para peserta yang berasal dari desa-desa prioritas Ring 1 wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan. Mereka berangkat melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sebagai langkah awal memasuki program vokasi yang telah dipersiapkan secara komprehensif, setelah sebelumnya mengikuti sesi pembekalan pada 29 November 2025 melalui Zoom bersama PIC Vokasi, Ari Andriyas Puji.
Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan awal dari proses pembentukan tenaga terampil yang siap berkiprah di industri migas. Pada Minggu, 30 November 2025, seluruh peserta diterbangkan menuju IDTC Indramayu, Jawa Barat, untuk menjalani pelatihan intensif berbasis standar industri.
Program vokasi ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga menjadi sarana bagi PHR untuk meningkatkan kapasitas SDM lokal. Melalui program ini, peserta dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri dan diarahkan untuk memperoleh masa depan yang lebih baik. Inisiatif ini disusun sebagai jawaban atas kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor migas maupun sektor pendukungnya, sekaligus mencerminkan komitmen PHR dalam bertumbuh bersama masyarakat sekitar wilayah operasinya.
Peserta terpilih berasal dari desa-desa prioritas yang berada di Ring 1 wilayah operasi PHR, mulai dari Kecamatan Dumai Selatan, Dumai Timur, Kandis, Tapung, Tapung Hilir, Tapung Hulu, Rumbai, Rumbai Timur, Bonai, Tanah Putih, Pinggir, hingga Mandau. Mereka merupakan representasi potensi lokal yang siap berkembang dan bersaing.
Proses seleksi dimulai dari kegiatan sosialisasi yang berlangsung secara daring pada Rabu, 08 Oktober 2025. Tahapan tersebut dilanjutkan dengan Ujian Berbasis Komputer (CBT) serta wawancara yang melibatkan penguji dari AKA Migas Palembang. Hanya peserta dengan nilai tertinggi yang akhirnya lolos sebagai penerima program.
Selama tiga bulan pelatihan di IDTC, peserta akan dibekali kompetensi Floorman yang meliputi keselamatan kerja, pengoperasian rig, prosedur kerja di lantai bor, teknik handling pipa, hingga praktik melalui simulasi kondisi pengeboran sebenarnya.
Pada akhir program, peserta akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP PPSDM Migas Cepu untuk memperoleh Sertifikasi Profesi sesuai skema yang dibutuhkan. Sertifikat nasional tersebut diharapkan dapat memperkuat peluang kerja peserta pada industri migas dan sektor-sektor pendukungnya.
Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, namun juga memberikan dampak positif bagi PHR. Bagi peserta, pelatihan ini menjadi momentum untuk meningkatkan skill dan kemandirian ekonomi. Bagi PHR, program ini mempererat hubungan dengan masyarakat serta mendukung stabilitas operasi di Wilayah Kerja Rokan.
PIC Vokasi, Ari Andriyas Puji, menyampaikan harapannya, “Kami berharap peserta dapat menggunakan kesempatan ini seoptimal mungkin. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, etos kerja, serta kesiapan mental dalam menghadapi dunia industri migas. Semoga pelatihan ini menjadi pijakan awal menuju masa depan yang lebih baik.”
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, PHR tidak hanya mengutamakan operasi migas yang aman dan andal, melainkan juga terus menghadirkan program Community involvement and development (CID) sebagai wujud kontribusi nyata bagi masyarakat. PHR memastikan bahwa keberlanjutan operasi migas berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

