Menu Close

PHR Bersama UMRI Dorong Peningkatan Kualitas Produk KTH melalui Pelatihan dan Pendampingan Pengemasan dan Legalisasi Olahan Ikan di Desa Siarang Arang


Rokan Hilir – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Program Perhutanan Sosial terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pengemasan dan Legalisasi Produk Olahan Ikan yang dilaksanakan di Balai Desa Siarang Arang, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, pada Minggu, 7 Desember 2025, pukul 13.30–16.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PHR dan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UMRI) sebagai mitra pelaksana program. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Siarang Arang Lestari terkait pengemasan produk yang lebih menarik dan pemenuhan aspek legalitas produk.

Dalam kegiatan tersebut, PHR diwakili oleh Community Development Officer (CDO), yaitu Dimas Wardani dan Rovdaian B.R., yang turut mendampingi jalannya kegiatan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis perhutanan sosial.

Sementara itu, dari pihak UMRI hadir PIC Perhutanan Sosial UMRI, Hichmaed Tachta Hinggo S., S.E., M.B.A., bersama Eko Saputra, S.P., serta tim pelaksana dan dokumentasi dari UMRI. Kegiatan ini dipandu oleh Muhamad Rausyan Fiqr Falasif selaku Master of Ceremony.

Materi pelatihan disampaikan oleh Wan Laura Hardilawati, S.E., M.Si., Ph.D., dosen Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), bersama Ardhia Jaya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) yang bertindak sebagai pembicara utama. Kegiatan ini turut didukung oleh Aprilia Y. dari DISPERINDAG. Turut hadir Ketua KTH Siarang Arang Lestari, Yunadi, wakil ketua, serta seluruh anggota Kelompok Tani Hutan Siarang Arang Lestari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait teknik dan strategi pengemasan produk, kemudian praktik langsung pengemasan produk olahan ikan salai sebagai salah satu komoditas unggulan kelompok. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai legalitas produk, meliputi pentingnya perizinan usaha, standar mutu, dan kelengkapan administrasi untuk mendukung pemasaran produk secara lebih luas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota KTH Siarang Arang Lestari tidak hanya memahami materi pelatihan yang disampaikan, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengemasan produk yang lebih profesional serta memahami dan mengurus legalitas produk secara mandiri. Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya aspek legalitas, seperti perizinan dan kelengkapan administrasi produk, sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Dengan kemasan yang lebih menarik dan legalitas yang terpenuhi, produk ikan salai diharapkan memiliki nilai tambah, daya saing yang lebih tinggi, mampu memperluas akses pasar, serta mendorong peningkatan kesejahteraan kelompok secara berkelanjutan.