Menu Close

Kreatif Tanpa Batas: PHR dan UMRI Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan Bakery & Pastry Bersama Chef Lill Arne Loupatty

Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Tata Boga Bakery & Pastry Bersama Chef Lill Arne Loupatty di LKP Dara Rumbai – Program Pemberdayaan Komunitas Penyandang Disabilitas Pertamina (Pemko Pesmina). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) bekerja sama dengan LPPM Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan UPT PPD Daksa, dengan melibatkan pelatihan bagi 10 penyandang disabilitas yang terdiri dari tuna rungu dan tuna daksa.

Pelatihan ini menghadirkan Chef Lill Arne Loupatty sebagai instruktur utama, serta didampingi oleh Fasilitator Lianny Rumondor yang membantu peserta tuna rungu memahami tahapan pembuatan kue. Selain itu, kegiatan juga didukung oleh pihak UPT PPD Daksa yang mendampingi peserta penyandang disabilitas selama pelatihan berlangsung. Pelatihan ini diikuti oleh 10 peserta penyandang disabilitas, yang terdiri dari disabilitas tuli, tunawicara, dan daksa

Pelatihan berlangsung di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dara, Jalan Paus, Rumbai, pada tanggal 21–23 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh PHR untuk meningkatkan keterampilan peserta, khususnya penyandang disabilitas, di bidang tata boga. Tujuannya agar peserta tidak hanya mampu membuat produk kue yang berkualitas, tetapi juga dapat mengembangkan potensi wirausaha mandiri di bidang bakery dan pastry. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri serta memperoleh keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan sosial. Selama tiga hari pelatihan, peserta mempelajari berbagai aspek penting dalam pembuatan kue, mulai dari mengenal bahan premium dan ekonomis, menyiapkan bahan basah dan kering, hingga praktik langsung membuat donat, sweet bread, pastry, dan zuppa soup.Peserta juga diajarkan teknik memanggang roti, menggoreng donat, serta membuat aneka topping. Di akhir kegiatan, seluruh peserta menerima sertifikat kelulusan sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi aktif mereka.

“Ini suatu hal baru bagi saya, mengajarkan teman-teman disabilitas dalam pelatihan kali ini. Saya ingin teman-teman semua benar-benar memahami proses pembuatan kue dari awal hingga akhir, bukan sekadar mengikuti resep. Dengan begitu, teman-teman bisa menghasilkan produk yang enak, menarik, dan bernilai jual,” Chef Lill Arne Loupatty

Melalui pelatihan ini, peserta—khususnya penyandang disabilitas—diharapkan memperoleh bekal keterampilan praktis dan kepercayaan diri untuk menekuni dunia kuliner secara profesional. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan usaha mandiri di bidang pastry dan bakery, serta memperkuat semangat kemandirian ekonomi dan inklusivitas sosial. Selain itu, pelatihan ini menjadi sarana mempererat kolaborasi antara lembaga pendidikan, dunia usaha, dan lembaga sosial dalam menciptakan masyarakat yang lebih produktif, kreatif, dan inklusif