Menu Close

Meracik Kopi, Merajut Harapan: PHR dan UMRI Latih Penyandang Disabilitas Jadi Barista Profesional

Pelaksanaan Pelatihan Keterampilan Barista bagi komunitas penyandang disabilitas merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan praktis dalam bidang perkopian bagi penyandang disabilitas agar mereka memiliki peluang kerja maupun dapat mengembangkan usaha mandiri di bidang kuliner.

Pelatihan diikuti oleh 10 peserta penyandang disabilitas binaan UPT Pelatihan dan Pemberdayaan Disabilitas Daksa (PPDD) Dinas Sosial Provinsi Riau. Kegiatan dipandu oleh Andi Mulita, instruktur barista tersertifikasi sekaligus pemilik Pasar Kopi, yang memberikan materi dan praktik langsung seputar dunia barista. Turut hadir Ketua UPT PPDD Dinas Sosial Provinsi Riau yang mendampingi peserta serta memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan berlangsung di UPT Pelatihan dan Pemberdayaan Disabilitas Daksa (PPDD) Dinas Sosial Provinsi Riau pada tanggal 16–17 Oktober 2025. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif, dengan peserta terlihat antusias mempraktikkan berbagai teknik penyeduhan kopi dan pembuatan minuman non-kopi.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi kerja penyandang disabilitas serta memberikan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Melalui pelatihan barista ini, peserta diharapkan dapat memiliki kemampuan meracik dan menyajikan minuman kopi maupun non-kopi dengan baik, sehingga membuka peluang bagi mereka untuk bekerja di kafe maupun memulai usaha sendiri.

Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang teknik pembuatan kopi, pengenalan berbagai jenis kopi, serta penggunaan alat barista profesional seperti mesin espresso dan milk steamer. Selain teori, kegiatan ini menekankan pada praktik langsung agar peserta memahami proses penyeduhan, pengaturan rasa, dan penyajian minuman yang berkualitas. Di akhir pelatihan, peserta juga berkesempatan mencoba berbagai resep minuman dan mendapatkan arahan langsung dari instruktur agar hasil racikan sesuai dengan standar kafe profesional.

Instruktur pelatihan, Andi Mulita, menyampaikan: “Kami ingin peserta benar-benar memahami proses penyeduhan dan penyajian minuman yang baik, sehingga mereka memiliki keterampilan yang siap pakai dan dapat diterapkan langsung di dunia kerja.”

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan barista sebagai bekal untuk berwirausaha maupun bekerja di industri kopi lokal. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PHR dan UMRI dalam mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui peningkatan kapasitas dan pembekalan keterampilan yang berkelanjutan.