Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) selaku mitra pelaksana mengedukasi Kelompok Tani Hutan (KTH) Siarang Arang Lestari dalam memanfaatkan kotoron sapi menjadi pupuk kompos, Sabtu (1/11/2025) di Balai Desa Siarang Arang, Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program perhutanan sosial Community Involvement Development (CID) PT PHR ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan praktis, meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah ternak secara ramah lingkungan, serta mendorong peserta untuk menyebarkan pengetahuan ini ke komunitas atau kelompok tani lainnya. Hal ini diungkapkan perwakilan PT PHR, Dimas Wardani saat pembukaan acara Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi di Balai Desa Siarang Arang. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis pembuatan pupuk organik, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata di lapangan.
“Kegiatan ini sebagai wujud dari tanggung jawab PHR terhadap penguatan dan peningkatan keterampilan Kelompok Tani Hutan Siarang Arang Lestari dalam memberdayakan kelompok tani dan masyarakat sekitarnya,” jelas Dimas.
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua LPPM UMRI, Dr. Aidil Haris, M.Si yang turut hadir saat pembukaan kegiatan. Selaku mitra pelaksana dari program perhutanan social CID PT PHR, ia mengatakan keberadaan KTH ini sangat penting dalam menjaga kelestarian hutan, terutama di wilayah pedesaan. Alasannya karena KTH memainkan peran penting sebagai mitra pemerintah dalam pengelolaan hutan lestari, sekaligus sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan.
“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberdayakan kelompok tani hutan Siarang Arang Lestari sebagai wahana memberdayakan ekonomi kelomok dan masyarakat di sekitar kawasan hutan,” ucap Aidil.
Sesi inti kegiatan menampilkan pemaparan materi pelatihan oleh praktisi dan penggiat pupuk kompos, Syafrina, S.Si yang juga guru SMAN 8 Pekanbaru. Dalam paparan materinya ia menjelaskan tahapan pembuatan pupuk kompos dan manfaatnya bagi kesuburan tanah dan lingkungan. Selain paparan materi, peserta juga dilatih memproduksi pupuk kompos, mulai dari pengolahan kotoran sapi hingga proses fermentasi yang benar, sehingga peserta dapat memahami langkah demi langkah secara langsung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pendamping program dari LPPM UMRI, Hichmaed Tachta Hinggo S, SE., MBA, Ari Andriyas Puji, S.T., M.T, serta Eko Saputra S.Pi. Selain itu, kegiatan ini didampingi oleh CDO PHR Dimas Wardani, Ketua KTH Siarang Arang Lestari Yunadi, Pendamping Perhutanan Sosial KPH Bagansiapiapi Azwan, S.Hut, dan Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Alfajri, SP.


