Bengkalis, 12 Oktober 2025 — Suasana pagi di Desa Pinggir tampak hangat saat tim PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Riau (LPPM UMRI) tiba membawa puluhan ikatan rumput odot yang siap diserahkan kepada Kelompok Tani Hutan Alam Pasti Jaya (KTH APJ). Tak sekadar membawa bibit hijau, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi lokal.
Program ini merupakan bagian dari Konservasi Multispesies, sebuah inisiatif PHR yang menekankan pentingnya keberagaman hayati dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kali ini, fokus diarahkan pada penguatan ketahanan pakan ternak, khususnya untuk calon sapi binaan yang akan menjadi bagian dari pengembangan peternakan rakyat di wilayah binaan.
Rumput odot dipilih karena keunggulannya yang dikenal tumbuh cepat, tahan terhadap pemangkasan, dan memiliki kandungan nutrisi tinggi bagi hewan ternak. Penyerahan bibit dilakukan langsung di lahan milik KTH APJ, disertai dengan diskusi ringan antara tim PHR, LPPM UMRI, dan anggota kelompok tani mengenai teknik penanaman, pola pemeliharaan, serta rencana pemanfaatan hasil panen untuk mendukung kemandirian pakan ternak di masa depan.
Perwakilan LPPM UMRI menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata penerapan ilmu pengetahuan untuk masyarakat. “Kita tidak hanya berbicara soal konservasi, tapi juga bagaimana menciptakan ekosistem yang saling menguatkan antara manusia, alam, dan ekonomi lokal,” ujarnya.
Sementara itu, pihak PHR menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan ke dalam operasional perusahaan. “Kami ingin masyarakat binaan memiliki kemampuan untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak tanpa bergantung pada pasokan dari luar. Dari sinilah kemandirian ekonomi bisa tumbuh,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong KTH Alam Pasti Jaya untuk membangun sistem pengelolaan pakan ternak yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar penyerahan bibit, inisiatif ini juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan yang menumbuhkan semangat gotong royong antara masyarakat, akademisi, dan pelaku industri.
Melalui sinergi ini, PHR, UMRI, dan masyarakat Desa Pinggir berkomitmen mewujudkan konservasi berbasis pemberdayaan — di mana setiap rumput yang tumbuh menjadi cerminan kerja sama dan harapan baru bagi masa depan lingkungan dan ekonomi daerah.

