Menu Close

PHR dan LPPM UMRI Gelar Program PMT dan PKMK di Kabupaten Siak untuk Cegah Stunting

SIAK – Sebagai upaya mendukung pencegahan stunting, PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) di Kabupaten Siak, pada 24 September 2025. Program ini akan berlangsung selama 3 bulan dan bertujuan untuk memperkuat gizi ibu hamil dan balita di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Puskesmas Minas dan Kelurahan Sungai Gondang. Di Puskesmas Minas, kegiatan ini menjangkau 18 balita di Minas Timur, 16 balita dan 2 ibu hamil di Minas Barat, serta 16 balita dan 2 ibu hamil di Minas Jaya. Di Kelurahan Sungai Gondang, 8 ibu hamil dan 10 balita turut menerima manfaat dari program ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain:

  • Rudi Hartono, S.IP, Sekretaris Camat Minas
  • Samsul Anuar, Penghulu Minas Timur
  • Hj. dr. Hidayati Jasri, Kepala Puskesmas Minas
  • Lidya Sari, CID PHR
  • Soni Maulana, CDO PHR
  • Ibu Eka Putriani, Amd.Keb, Bidan Desa Minas Jaya
  • Ibu Desri, Amd.Keb, Bidan Desa Minas Barat
  • Ibu Zaza Herliansyah, S.Tr.Keb, Bidan Desa Minas Timur
  • Perwakilan LPPM UMRI, Bdn. Nova Avianti, S.Tr.Keb.M.Keb dan Bdn. Sarah Fitria, M.Tr.Keb.

Dalam sambutannya, Rudi Hartono, S.IP, Sekretaris Camat Minas, mengapresiasi pelaksanaan program ini. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan oleh PHR dan UMRI. Program ini sangat penting bagi kesehatan ibu hamil dan balita, terutama dalam mencegah stunting di daerah kami,” ungkapnya.

Materi edukasi dan penyuluhan terkait pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita dan pemberian pangan olahan medis untuk ibu hamil disampaikan oleh Bdn. Nova Avianti, S.Tr.Keb.M.Keb. “PMT dan PKMK berbasis pangan lokal ini sangat penting untuk memperkuat gizi ibu hamil dan balita. Melalui program ini, kami berharap bisa mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Nova.

Program ini juga dilaksanakan di beberapa kabupaten/kota lain di Riau, sebagai bagian dari upaya PHR dan UMRI untuk mempercepat pencegahan stunting di provinsi tersebut:

  • Kabupaten Rokan Hulu (23-24 September 2025)
    Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Kepenuhan Hulu, Posyandu Dahlia 1, dan Posyandu Raflesia 2, dengan total 42 balita dan 12 ibu hamil.

  • Kabupaten Rokan Hilir (24-25 September 2025)
    Dilaksanakan di Aula MTS Al-Istiqomah dan Puskesmas Pembantu Banjar XII, dengan total 59 balita dan 13 ibu hamil.

  • Kabupaten Dumai (25 September 2025)
    Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Bumi Ayu dan Puskesmas Jaya Mukti, dengan total 33 balita dan 21 ibu hamil.

  • Kabupaten Kampar (26 September 2025)
    Dilaksanakan di Posyandu Tanjung Sawit, Posyandu Rimba Beringin, dan Posyandu Anggrek 9, dengan total 33 balita dan 21 ibu hamil.

  • Kota Pekanbaru (30 September 2025)
    Program ini dilaksanakan di Posyandu Lembah Damai, dengan total 16 balita dan 2 ibu hamil.

  • Kabupaten Bengkalis (22 September 2025 dan 1 Oktober 2025)
    Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Kuala Penaso, Muara Basung, dan Kelurahan Air Jamban, dengan total 37 balita dan 35 ibu hamil.

Dengan total sasaran yang mencapai 280 balita dan 116 ibu hamil di seluruh wilayah yang terlibat di kabupaten/kota, program ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting dan memperbaiki gizi ibu hamil serta balita di Provinsi Riau. Program ini akan berlangsung selama 3 bulan dan diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di daerah sasaran.

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, dengan menggunakan bahan pangan lokal yang telah disesuaikan dengan anjuran Kemenkes untuk mencegah stunting.