Pekanbaru, 18 Agustus 2025 – Komitmen untuk mendorong pemanfaatan energi bersih di lingkungan pendidikan terus diwujudkan oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR). Melalui program Community Involvement and Development (CID), PHR berkolaborasi dengan LPPM Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan Society of Renewable Energy (SRE) dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi energi terbarukan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Melati Rumbai, Pekanbaru.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Komunitas Penyandang Disabilitas Pertamina (Pemko Pesmina), yang bertujuan memperkuat kapasitas sekolah inklusif dalam memanfaatkan energi terbarukan, khususnya tenaga surya. Dalam sesi edukasi ini, para guru dan staf SLB Melati Rumbai mendapatkan pembekalan materi tentang pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), perawatan sistemnya, hingga penerapan budaya hemat energi di lingkungan sekolah.
“Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan bahwa manfaat keberadaan PLTS tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mampu menciptakan perubahan perilaku dan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya energi ramah lingkungan bagi seluruh elemen sekolah,” ungkap Lidia Sari, perwakilan dari PHR.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program, PHR turut menunjuk satu perwakilan guru sebagai Green Warrior — agen perubahan yang diharapkan menjadi motor penggerak dalam menerapkan dan mengkampanyekan penggunaan energi terbarukan di lingkungan sekolah secara konsisten.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Ketua LPPM UMRI, Dr. Aidil Haris, M.Sos., Ketua Yayasan Pendidikan Melati, H. Muhammad Jakfar, M.Pd., serta Kepala Sekolah SLB Melati Rumbai, Zamiatul Azma, S.Sos.. Para tokoh pendidikan ini menyambut baik sinergi yang terbangun antara dunia industri, akademisi, dan komunitas energi dalam menciptakan sekolah yang lebih inklusif dan mandiri secara energi.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan PHR dan para mitra yang telah hadir membawa perubahan positif di sekolah kami. Edukasi seperti ini sangat penting agar kami bisa berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus mengajarkan nilai keberlanjutan kepada anak-anak didik kami,” ujar Zamiatul Azma.
Melalui sinergi ini, SLB Melati Rumbai diharapkan tidak hanya menjadi sekolah ramah disabilitas, tetapi juga menjadi percontohan bagi sekolah lain dalam hal penerapan energi bersih dan keberlanjutan lingkungan di dunia pendidikan.
