Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Menyelenggarakan Kegiatan Pembekalan KKNMAs Tahun 2025 di Ruang Auditorium Gedung Rektorat Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Riau pada 30 Juli 2025. Kegiatan ini dibuka secara langsung Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, MA., dan tampak hadir PJ Sekda Kab.Siak Fauzi Asni, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekanbaru Panam, serta peserta KKN MAs Tahun 2025.
“Kekayaan Muhammadiyah bukan sekadar aset yang disebut-sebut mencapai 300 triliun, tetapi yang paling berharga adalah nama baiknya. Itu yang harus kita jaga bersama. Kami dari Umri akan selalu mendampingi dan memastikan bahwa KKN MAS ini berjalan dengan sukses dan sesuai harapan kita bersama,” ujar Rektor UMRI. Ketua Panitia Pusat KKN Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (KKN MAS) sekaligus Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Assoc Prof Akhmad Darmawan PhD., dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN MAS merupakan bentuk konkret implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah, khususnya dalam hal pengabdian masyarakat.
Total peserta KKN MAS 2025 berjumlah 1.783 mahasiswa yang berasal dari 40 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. UMRi menjadi peserta terbanyak sekaligus tuan rumah, dengan mengirimkan 1.308 mahasiswa, sementara 475 mahasiswa lainnya berasal dari berbagai PTMA di seluruh Indonesia.
“KKN MAS adalah bentuk pengabdian masyarakat berbasis riset dan kolaborasi. Harapannya, mahasiswa bisa belajar langsung dari masyarakat Kabupaten Siak. Tidak hanya terkait sosial dan budaya, tetapi juga nilai-nilai keagamaan. Inilah makna sejati dari kampus berdampak — mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi setelah menempuh lebih dari 100 SKS atau sekitar enam semester, mereka hadir di tengah masyarakat, belajar menyelesaikan masalah nyata, dan yang paling penting, tidak menambah masalah,” ujar Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D
